"Bahagia bukanlah suatu perolehan untuk manusia, tetapi corak bahagia itu berlain-lain dan berbagai ragam menurut perlainan corak dan ragam orang yang mencarinya. kadang kadang sesuai yang dipandang bahagia oleh seseorang, tidak oleh orang lain. Sebab itu -menurut undang-undang Aristoteles - Bahagia itu ialah suatu kesenangan yang dicapai oleh setiap orang menurut kehendak masing-masing."
kemudian Aristoteles berpendapat lagi mengenai bahagia sebagai lanjutan dari definisi di atas :
"Kebaikan umum itu ialah suatu perkara, yang bila telah tercapai, maka kita tidak berkehendak lagi kepda yang lain. Tetapi bahagia ialah anugrah dari Tuhan kepada tiap-tiap diri yang dipilihNya, yang boleh jadi orang lain tidak merasakannya, meskipun yang beroleh bahagia dengan tidak beroleh itu berkumpul setiap hari."
nah itu pendapat dari seorang fillusuf yang terkenal di jamannya hingga sekarang bahkan masih digunakan dalam pandangan dan pendapatnya.
Komentar
Posting Komentar