Langsung ke konten utama

TENTANG BERDOA (HUBUNGAN BERDO’A SAJA DENGAN BERDO’A LEWAT TAWASUL)



HUBUNGAN BERDO’A SAJA DENGAN BERDO’A LEWAT TAWASUL
                        Perlu diketahui oleh masyarakat muslim bahwa berdo’a artinya memohon kepada tuhan atau juga meminta kepada tuhan. Dan kita juga harus mengerti bagaimana etika berdo’a kepada Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) dengan baik. Kita juga harus tahu mengapa bedoa’a adalah meminta atau memohon agar kita tahu kenapa berdo’a harus beretika. Dalam susunan Bahasa Arab Meminta sesuatu itu ada beberapa tingkatannya dan juga ada perubahan dalam segi Bahasanya. Jika kita meminta sesuatu kepada Allah maka Itulah yang dinamakan berdo’a sedang apabila kita meminta sesuatu kepada sesama itu dinamakan iltimas dan juga apabila meminta sesuatu terhadap orang yang ada dibawah kita aitu dinamakan amr (perintah). Maka dari itu seperti yang sudah kita ketahui maka ad acara dan etika ketika memohon sesuatu. Artinya kita harus melihat objek yan akan pintail sesuatu.
            Nah sekarang kita aka masuk pada pembahasan topik yaitu bagaiman hubungan  berdo’a saja degan berdo’a menggunakan tawasul. Mari kita simak penjelasan berikut ini.
Sudah  jelas Allah SWT dalam alqur’an berfirman dalam surat Al mu’min ayat 60 yang berbunyi
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ  

Artinya; “Mendo’alah kamu kepadaKu, akan Aku perkenankan.”
Kemudian juga dalam surat Al A’raf ayat 55 yang berbunyi :
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

            Artinya: “Mendo’alah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara jiwa yang tersembunyi, bahwasanya Tuhan tidak mengasihi orang aniaya.”

Kemudian hubungan berdo’a dengan jalan tawasul sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 35 yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”
Perumpamaannya adalah ketika kita berdo’a saja atas dasar diri kita masing-masing dan kita tahu bahwa diri kita yang masih merasa banyak dosa dan sering melakukan keburukan dan tetntunya pasti Allah akan mengabulkannya tapi, dalam Durasinya pengkabulannya akan berbeda dengan jalan tawasul. Mengapa demikian seperti yang dipaparkan sebelumnya kita harus mengetahui etika berdo’a yang pantas. Dan masalahnya apakah kita yakin bahwa diri kita bersih dari dosa dan perbuatan maksiat. Dengan jalan tawasul artinya kita tetap memohon kepada Allah SWT tapi dengan wasilah yaitu memperingatkan sesuatu yang dikasihi oleh Tuhan seperti orang-orang yang disayangi oleh Allah semasa hidup di dunia atau juga dengan perkara kebaikan yang Allah sukai.
Logikanya seperti ini jika dihubungkan dalam kehidupan ini contohnya adalahketika  kita ingin bertemu dengan President atau seorang Raja tentu jika kita langsung masuk ke dalam istana hanya dengan keinginan usaha diri kita sendiri akan  sangat lama bahkan bisa berbuah nihil karena harus  melewati banyak proses ini dan itu. Tapi jika kita mempunyai kerabat terhadap apa-apa yang dipercayai oleh pihak istana tentu jalannya akan  sangat mudah dilalui. Nah itulah perumpaaan dan logikanya, artinya etika kita dalam berdo’a dengan jalan tersebut akan mudah allah terima.
Sekian dan terima kasih
Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari yang Harus Dihindari Untuk Menikah menurut keterangan Kitab Qurratul Uyun

Hari yang Harus Dihindari Untuk Menikah menurut keterangan kitab Qurratul uyun Syech Ibnu Yamun Menjelaskan perhal larangan yang harus di hindari saat pernikahan dalam nadzam beliau mengatakan : ودَعْ مِن َالأيامِ يومَ الأربعاء # إن كان اٰخِرَ الشُّهُورِ Tinggalkan hari rabu dan jangan di pakai # Jika hari rabu datang pada akhir bulan كذاك أبّ جبّ يج يا فتى # يواكٍ كدٍ كهْ فقد أتى Begitu pula tanggal tiga, lima, dan tigabelas, dualima, duasatu, duaempat serta enambelas Syech Ibnu Yamun menjelaskan dalam bait bait syairnya, bahwa dalam memasuki pernikahan sebaiknya menghindari hari rabu pada setiap bulan karena ada hadits yang menjelaskan bahwa setiap rabu akhir pada setiap bulan adalah saat di turunkannya bala musibah yang merupakan hari naas Imam Asuyuthi menjelaskankan didalam kitab jami'u shaghir bahwa hari yang di maksud adalah tanggal Tiga, Lima, dan Tigabelas, Dualima, Duasatu, Duaempat serta Enambelas dalam setiap bulan. Hendaknya seseorang menjauhi kedelapan ha...

Terjemah Kitab Fathul Qarib dan Penjelasannya (bab Thaharoh)

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين قال القاضي أبو شجاع أحمد بن الحسين بن أحمد الأصفهاني رحمة الله تعالى سألني بعض الأصدقاء حفظهم الله تعالى أن أعمل مختصرا في الفقه على مذهب الإمام الشافعي رحمة الله عليه ورضوانه في غاية الاختصار ونهاية الإيجاز ليقرب على المتعلم درسه ويسهل على المبتدئ حفظه وأن أكثر من التقسيمات وحصر الخصال فأجبته إلى ذلك طالبا للثواب راغبا إلى الله تعالى في التوفيق للصواب إنه على ما يشاء قدير وبعباده لطيف خبير. Terjemah: Bismillahirrohmanirrahim. Segala puji bagi Allah. Shalawat salam atas Nabi Muhammad, keluarganya dan para Sahaabat. Qadhi Abu Syujak Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Asfahani berkata: Aku diminta oleh sebagian teman untuk menyusun ringkasan fiqih madzhab Syafi'i yang sangat ringkas dan sederhana dan terbagi dalam bagian-bagian yang banyak agar mudah dipelajari dan dihafal. Aku penuhi permintaan itu dengan memohon taufik pada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Tahu. الم...

Menulis Menambah khazanah keilmuan Kita

Hai, sobat blogger Kenapa sih, harus ada menulis dalam kehidupan ini? Jawabanya ya, harus ada menulis dalam kehidupan ini karena menulis sangatlah bermanfaat, bukan hanya tulisan kita menjadi bagus juga memperkaya kosa-kata yang kita miliki ketika menyampaikan informasi dengan jelas dan komunikatif atau juga kita tahu tata krama berkomunikasi dengan sahabat, guru, dosen, dan orang lain. Apalagi jika menulis menjadi sebuah hobi pastilah, akan sangat besar dampak dan manfaat bagi kita. Dalam proses belajar menulis secara tidak langsung kita mendapat nilai plus-plus. Nilai plus pertama kita dapat memahami tulisan yang sudah ditulis karena menulis sudah pasti pandai membaca dan membaca belum tentu pandai menulis. Maka dari itu yuk, Kita menulis dari sekarang. Nilai plus kedua kita dapat memilah dan memilih mana kosa-kata yang menarik untuk kita hapal sebagai modal untuk menjadi seorang pembicara ketika seminar, sosialisasi, ceramah, dan juga bahan untuk test interview dalam lowongan pek...